Senin, 15 Desember 2008

BAB VIII TEORI BIAYA

A. Konsep Biaya Relevan

Istilah biaya bisa diartikan macam – macam dan pengertiannya pun berubah – ubah. Umumnya biaya diartikan dengan tingkat harga suatu barang yang harus dibayar. Sedangkan biaya yang digunakan untuk suatu penggunaan tertentu disebut biay relevan (relevant cost). Pada saat penghitungan biaya yang akan digunakan untuk mengisi formulir pajak pendapatan sebuah perusahaan para akuntan diperlukan untuk membuat perincian jumlah rupiah yang aktual yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja, bahan baku, dan peralatan modal yang digunakan dalam produksi. Jadi untuk tujuan – tujuan pembayaran pajak, pengeluaran rupiah historis adalah termasuk biaya relevan.

B. Biaya Tumbal

Sebuah perusahaan pada hakekatnya menggunakan suatu sumberdaya untuk memproduksi produk tertentu, perusahaan tersebut juga bisa menggunakan sumberdaya tersebut bagi penggunaan alternative. Contoh sebuah pabrik pesawat terbang biaya yang digunakan untuk alumunium ditentukan oleh nilai alumunium tersebut untuk penggunaaan – penggunaan alternatif. Pabrik pesawat terbang harus membayar pada tingkat suatu harga yang sama besarnya dengan nilai alternatif tersebut, atau alaumuninium tersebut akan digunakan untuk memproduksi barang – barang alternatif seperti peralatan masak, mobil, peralatan kantor dan lain – lain.

Konsep biaya tumbal (opportunity cost) ini mengandung maksud bahwa semua keputusan didasarkan pada pilihan – pilihan di antara tindakan alternatif. Biaya tumbal dari sumberdaya ditentukan oleh nilai penggunaan alternative yang terbaik dari sumberdaya tersebut.

C. Biaya Eksplisit dan Implisit

Biaya penggunaan sumberdaya mencakup biaya eksplisit dan implisit. Upah yang dibayarkan, pengeluaran untuk listrik, pembayaran untuk baha- bahan baku, bunga yang dibayarkan kepada para pemegang obligasi perusahaan dan sewa bangunan semuanya merupakan contoh pengeluaran – pengeluaran eksplisit. Sedangkan biaya implisit berkenaan dengan setiap keputusan yang diambil dan jauh lebih sulit untuk dihitung. Biaya – biaya implisit tidak memasukkan pengeluaran – pengeluaran tunai dan oleh karena itu seringkali diabaikan dalam analisis pembuatan keputusan. Sewa yang bisa diterima seorang petani dari ladang/sawahnya jika ia tidak menggunakan ladang/sawah tersebut merupakan biaya implisit dari kegiatan pertaniannya. Sama halnya dengan gajiyang bisa diterima oleh petani tersebut jika ia bekerja untuk orang lain sebagai pengganti dari pengolahan usaha taninya sendiri.

D. Biaya Inkremental dan Sunk Cost

Biaya inkremental adalah biaya yang timbul sebagai akibat dari adanya suatu pengambilan keputusan. Biaya ini merupakan perubahan biaya total yang disebabkan adanya suatu keputusan yang dibuat. Biaya inkremental bisa bersifat tetap (fixed) atau variable, karena sebuah keputusan yang baru mungkin mengharuskan pembelian fasilitas modal tambahan, tambahan tenaga kerja dan bahan – bahan ekstra lainnya.

Biaya inkremental ini harus diidentikasi secara tepat. Hanya biaya – biaya yang berubah secara nyata sebagai akibat dari suatu keputusan yang boleh dimasukkan, tetapi semua biaya yang berubah sebagai akibat dari adanya keputusan tersebut harus dimasukkan. Faktor – faktor produksi yang menganggur (tak terpakai) yang tidak mempunyai penggunaan alternative tidak mempunyai biaya inkremental dan oleh karena itu bisa dianggap tidak mempunyai biaya. Biaya yang yang telah dikeluarkan untukpembelian mesin – mesin atau pabrik dan bangunan – bangunan harus dianggap sunk cost dan tidak dimasukkan ke dalam proses pembuatan keputusan kecuali tumbalnya positif. Karena itu tanpa adanya suatu kemungkinan penggunaan alternative dan tanpa adanya suatu penggunaan yang menguntungkan dari suatu sumber daya yang dimilki, maka biaya inkremental sumberdaya tersebut adalah nol.

Sebuah contoh untuk pengetian sunk cost. Missal, sebuah perusahaan akan mengambil keputusan untuk mengintrak pembangunan untuk sebuah gedung kesenian. Usulan proyek yang diajukan oleh perusahaan sudah mempertimbangkan peralatan, kemampuan,potensi dan lain – lain yang telah dimiliki perusahaan tersebut. Usulan yang dilakukan itu karena arsitekturnya telah ada, keseniannya telah berkembang, tanah untuk lokasi telah tersedia, banyak konsumen yang menghendakinya dan mampu untuk membayar dan lain – lain.

Potensi yang telah ada itulah kemudian berkembang menjadi apa yang disebut sunk cost. Jadi sunk cost adalah potensi atau kekayaan yang melatarbelakangi usulan suatu proyek (keputusan).

E. Biaya Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Fungsi biaya bergantung :

1) Fungsi perusahaan

2) Fungsi penawaran pasar dari input – input yang digunakan perusahaan tersebut.

Dua fungsi biaya utama yang digunakan dalam pembuatan keputusan manajerial yaitu fungsi biya jangka pendek yang digunakan terutama sekali dalam pembuatan keputusan sehari – hari dan fungsi biaya jangka panjang yang biasanya digunakan untuk perencanaan jangka panjang.

F. Analisis Pulang Pokok

Analisis pulang pokok (breakeven analysis) sering juga disebut analisis kontribusi laba merupakan teknik analisis penting yang digunakan untuk mempelajari hubungan - antara biaya, penerimaan, dan laba.

  1. Analisis Pulang Poko Linier

Dalam penerapan analisis pulang pokok hubungan yang linier biasanya digunakan untuk menyederhanakan analisis. Analisis pulang non linier cukup menarik secara intelektual karena 2 alasan pokok yaitu :

1. Dalam banyak kasus kenaikan penjualan bisa dicapai jika harga diturunkan

2. Analisis fungsi biaya menunjukkan bahwa biaya variabel rata – rata (AVC) akan turun pada kisaran output tertentu dan kemudian meningkat.

  1. Analisis Pulang Pokok Aljabar

Teknik aljabar untuk menyelesaikan masalah pulang pokok bisa digambarkan dengan menggunakan hubungan biaya dengan penerimaaan ditunjukkan :

P = Harga jual per unit

Q = Kuantitas yang diproduksi dan yang dijual.

TFC = Total Fixed Cost (Biaya Tetap Total)

AVC = Average Variable Cost (Biaya Variabel Rata – Rata)

Rumus secara Aljabar

P.Q = TFC + AVC.Q

(P – AVC)Q = TFC

Q = TFC

P - AVC

Tidak ada komentar: